Top

Jika Keluarga yang Terkena Musibah

August 21, 2008

salafy, islamArtikel sebelumnya: Sikap seorang mukmin bila musibah menimpa

Jika kita melihat saudara kita kaum muslimin ditimpa musibah hendaknya;

1. Mengucapkan Inna Lillahi wa inna ilaihi raaji’uun

Sebagaiman disebutkan di dalam surat Al Baqarah: 155-157. Kalimat ini berlaku pula untuk yang terkena musibah selagi dia masih hidup

2. Menerima takdir Allah

Apapun yang ditentukan oleh Allah pasti terjadi, tidak mungkin ditolak walaupun dengan tangisan dan usaha apapun, sebagaimana disebutkan di dalam surat At Taubah ayat 51

3. Bersabar dan menyuruh yang lain bersabar

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu. (QS. Ali Imran: 200)

Anas bin Malik berkata, ”Rasulullah bersabda, Sabar adalah pada goncangan (timpaan) yang pertama. (HR Bukhari 1219)

4. Mendo’akan agar mendapatkan rahmat

Sebagaiman tercantum surat Al Hasyr ayat 10.

5. Menjenguk dan merawat jenazahnya

Jika yang terkena musibah orang Islam dan dia meninggal dunia, sedangkan kita berada disisinya hendaknya kita merawat jenazahnya sampai dikubur.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Hak orang muslim terhadap orang muslim lainnya ada enam:……. jika dia sakit, jenguklah, jika mati, maka antarkan jenazahnya. (HR Muslim 4023)

6. Tidak meratapi keluarga yang telah meninggal

Keluarga yang ditinggal mati atau terkena musibah boleh bersedih hati atau meneteskan air mata, namun dilarang berteriak karena menangis.

Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: Ada dua perkara bila dilakukan oleh manusia dia kufur (kufur kecil), mencela keturunan dan meratapi orang yang mati. (HR Muslim 100)

Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, boleh meneteskan air mata, bersedih hati, dan janganlah kamu berbicara melainkan bicara yang diridhoi oleh Allah. (HR Muslim 4379)

7. Tidak menyebut dengan sebutan jahiliyyah

Sering kita mendengar bila ada orang mati, keluarganya menangis histeris, memanggil dan bersuara keras, misalnya, ”kami ikut siapa?, kamu jangan mati?, lebih baik aku saja yang mati!” dan perkataan jahiliyyah lainnya. Ini semua adalah perkara yang dilarang.

Dari Abdullah, Rasulullah bersabda, Tidak termasuk golongan kami orang yang menampar pipi dan menyobek saku (ketika ada musibah) dan menyebut dengan sebutan jahiliyyah. (HR Bukhari 1212)

8. Memberi motivasi yang baik

Orang muslim yang terkena musibah sampai meninggal dunia umpamanya, bila sebab meninggalnya ada tanda khusnul khotimah, hendaknya kita menghibur keluarganya dengan harapan yang baik, misalnya. ”semoga Allah menggolongkan dia termasuk khusnul khotimah” dll.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, ”Mati syahid ada lima; Mati karena wabah, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa runtuhan atau gempa dan mati di medan perang. (HR Bukhari 615)

9. Memudahkan urusannya

Abdullah bin Umar mengkabarkan bahwa Rasulullah bersabda, Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan kepada seorang muslim, maka Allah akan melapangkan salah satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat nanti. (HR Bukhari 2262)

10. Membantu material bila mampu

Nu’man bin Basyir berkata, Rasulullah bersabda, Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal berkasih sayang dan saling cinta mencintai adalah seperti tubuh yang satu. Apabila salah satu anggotanya mengadu kesakitan, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasa sakit. (HR Muslim 4685)

Akhirnya semoga Allah memberi kesabaran kepada kita semua, dan menjadi orang yang selalu waspada terhadap makar Allah.

Sumber: majalah Al Furqon Edisi 6 Tahun IV Muharram 1426

Kembali ke menu Salafy

Comments

Got something to say?






Comments links could be nofollow free.