Top

Penangkal Musibah

August 18, 2008

salafy, islam

Artikel sebelumnya: Sebab-sebab Musibah.

Banyak manusia bingung ketika dihadapkan musibah yang menimpa dirinya atau orang lain bagaimana cara menangkalnya? Sebagian mereka beristighosah minta perlindungan kepada jin, pergi dan memanggil ”wali-wali” yang telah meninggal dunia, ada lagi yang pergi ke tukang peramal dan paranormal untuk membeli azimat dan penangkal atau harus bersedekah bumi dengan menyembelih binatang ternak ditujukan kepada jin dan makhluk jahat lainnya. Inilah perbuatan ahli bid`ah dan orang musyrik.

Adapun orang kafir yang tidak memperdulikan jin dan wali, mereka berusaha membendung musibah hanya dengan mengira-ngira sebagaimana mereka meramal cuaca dan bulan turunnya hujan. Penyakit syubhat dan kebodoha ii banyak dipercaya oleh orang awwam, padahal tuduhan mereka ii tertoalak dengan firman Allah:

”Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran. (QS. An Najm: 28)

Adapun cara yang benar untuk membendung musibah yang terjadi antara lain:

  1. Istighfar (minta ampunan)

Menganjurkan umat agar segera beristighfar dan bertaubat dari semua bentuk kemusyrikan, kebid’ahan, dan kemaksiatan, sebagaimana perintah nabi Nuh kepada kaumnya yang ingkar. Lihat surat Nuh: 10-14

  1. Beristighosah (minta perlindungan kepada Allah)

Sebagaimana para sahabat lakukan ketika perang Badar, (Ingatlah), ketika kamu beristighosah (memohon pertolongan) kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS. Al Anfal: 9)

Beristighosah termasuk ibadah, oleh karena itu dilakukannya hanya kepada Allah, tidak boleh kepada wali, jin dan makhluk, caranya pun harus sesuai dengan sunnah, tidak dengan cara bid’ah, dengan menggelar acara besar-besaran, menutup jalan raya, disertai kemaksiatan campur laki dan wanita, ujub dan cari nama. Bagaimana mungkin do’a mereka dikabulkan (walaupun tenaga dan harta mereka curahkan), sedangkan mereka maksiat dan berbuat kemusyrikan.

  1. Beramal sholih

Amal shalih adalah wasilah yang paling tepat untuk membendung musibah

“Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud: 117)

“Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al Anfal: 73)

  1. Menasehati pemimpin

Tidak diragukn lagi, bahwa menasehati pemimpin dengan cara yang lembut, bila diterima akan membendung musibah dan kemarahan Allah karena pemimpin yang baik, umat dan negara akan menjadi baik.

Abu Said Al Khudry berkata, ”Rasulullah bersabda,

”Sesungguhnya jihad yang paling agung ialah menyampaikan nasihat yang benar kepada pemimpin yang curang.” (HR. Tirmidzi 2100 Hadits shahih. Lihat As Shohihah Al Albani 491)

  1. Mendoakan pemimpin agar mendapat petunjuk

Sebagaimana Rasulullah berdo’a, ”Ya Allah berilah petunjuk kaumku karena mereka tidak tahu.” (Lihat Tafsir Ad Durul Mantsur 3/117).

Al Imam Al Fudhel bin Iyadh berkata, ”Jikalau aku memiliki do’a yang mustajab niscaya aku peruntukkan untuk pemimpin, karena kami diperintah untuk mendoakan baik kepada mereka, bukan diperintah untuk mendoakan jelek, sekalipun mereka curang dan zhalim. Karena curang mereka merugikan diri mereka sendiri, sedangkan baiknya mereka merupakan baiknya dia dan kaum muslimin.” (Lihat Adabul Hasan Al Basri oleh Ibnu Jauzi 119)

  1. Meningkatkan ingkarul mungkar

Ingkarul mungkar sangat berarti untuk membendung musibah, firman-Nya:

”Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka. Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zhalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” (QS Al A’rof: 165)

An Nu`man bin Basyir berkata, ”Nabi bersabda, Perumpamaan orang yang mendiamkan orang yang melanggar hukum Allah dan orang yang melanggarnya seperti penumpang kapal laut, sebagian mereka di bawah, sebagian lagi di atas, sedangkan orang yang di bawah bila membutuhkan air harus melalui orang yang di atas, dan mereka terasa terganggu. Lalu yang di bawah mengambil kapak untuk melubangi dasar kapal. Lalu mereka yang di atas mendatanginya seraya bertanya, ”Mengapa kamu berbuat demikian?” Mereka menjawab, ”Kalian merasa terganggu dengan lewatku, padahal aku membutuhkan air.” Maka jika mereka segera menghalanginya, mereka menyelamatkan dia dan diri mereka, jika mereka membiarkannya, mereka akan menenggelamkannya dia dan diri mereka. (HR. Bukhori 3489)

Ke artikel berikutnya: Hikmah diturunkannya musibah

Kembali ke menu Salafy

Comments

One Response to “Penangkal Musibah”

  1. Hikmah Diturunkannya Musibah | Islam on August 19th, 2008 10:07 am

    [...] Artikel sebelumnya: Penangkal Musibah [...]

Got something to say?






Comments links could be nofollow free.