Top

Salafy artikel “Asmaa’ul Husna”

July 25, 2008

salafy, islam

Artikel ini diambil dari buku Do’a dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut Al-Qu’ran dan As-Sunnah. Buku ini ditulis oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas terbitan Pustaka Imam Syafi’i.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya)

“Hanya milik Allah Asmaa-ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaa-ul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raaf: 180)

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu telah bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam: “Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan (99) nama, seratus kurang satu, barangsiapa yang menghitungnya, maka ia akan masuk surga.” [1]

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ragimahullah menjelaskan, bahwa makna hadits ini bukan membatasi jumlah bilangan Asmaa’ Allah, karena ada nama-nama Allah yang Allah simpan pada ilmu yang ghaib.[2]

Makna hadits: “Barangsiapa yang menghitungnya dia akan masuk surga,” ialah:

  1. Menghafal dan menguasainya
  2. Memahami maknanya
  3. Beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan melaksanakan konsekuensi dari Asma ul Husna. Yang demikian ini ada dua cara:

· Yaitu berdoa dengan asma ul husna, yaitu kita bertawassul dengan nama-nama ini, misalnya: “Ya Rahiim, ya Rahmaan sayangilah aku….Ya Ghafuur, ampunilah aku…”

· Konsekuensi dari Rahiim adalah rahmat. Maka kita harus melaksanakan amal-amal salih yang dengan itu kita akan mendapatkan rahmat Allah. Begitu pula, Ghafuur adalah maghfirah (ampunan), maka kita melaksanakan amal perbuatan salih yang dengan itu akan diampuni dosa-dosa kita. [3]

Kembali ke menu Salafy atau kunjungi blog-blog di link Salafy.

Footnote:

[1] HR. al-Bukhari no.2736, 6410, 7392 dan Muslim no.26776.

[2] Sebagaimana dalam hadits: “….atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu yang ghaib yanga da disisi-Mu…” (HR.Ahmad 1/391 dan al-Hakim 1/609)

[3] Lihat al-Qaulul Mufiid ‘alaa Kitaabit-Tauhiid 2/185-186, 257-259

Comments

Got something to say?






Comments links could be nofollow free.