Murottal Surah Al Ikhlas-Ahmad Saud
December 24, 2008
Bacaan Al Qur’an (Murottal) Surah Al Ikhlas oleh Ahmad Saud Hafidzohulloh.
Murottal Surah Al Ikhlas-Ahmad Saud
Kembali ke menu Salafy
Murottal Surah Al Falaq-Ahmad Saud
December 23, 2008
Bacaan Al Qur’an (Murottal) Surah Al Falaq oleh Ahmad Saud Hafidzohulloh.
Murottal Surah Al Falaq-Ahmad Saud
Kembali ke menu Salafy
Murottal Surah At Takaatsur-102 Ahmad Saud
December 22, 2008

Murottal Surah At Takaatsur-102 Ahmad Saud
Kembali ke menu Salafy
Murottal Surah An Naas-Ahmad Saud
December 22, 2008
Bacaan Al Qur’an (Murottal) Surah An Naas oleh Ahmad Saud Hafidzohulloh.
Murottal Surah An Naas-Ahmad Saud
Kembali ke menu Salafy
Surah Al Muzammil Ahmad Sa’ud
December 17, 2008
Alloh subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wa rottilil Qur’ana tartiila“=Dan Bacalah Al Qur’an itu secara tartil (Surah Al Muzammil, ayat keempat)
Simaklah murottal (=bacaan) qur’an surah Al Muzammil oleh al Akh Ahmad Sa’ud berikut ini….
Kembali ke menu Salafy
Waktu, keadaan dan tempat dikabulkannya do’a
August 13, 2008
Waktu, keadaan dan tempat dikabulkannya do’a yaitu sbagai berikut:
1. Malam lailatul qadar
2. Pertengahan malam terakhir, ketika tinggal sepertiga malam yang akhir
3. Usai shalat wajib (a)
4. Waktu antara adzan dan iqamah
5. Pada saat setiap kali adzan dikumandangkan
Mengapa harus Berdoa dgn Cara Nabi Berdoa?-2
August 12, 2008

Artikel sebelumnya Mengapa harus Berdoa dgn Cara Nabi Berdoa-1?
Syaikhul Islam Ibnu taimiyah berkata; “Diantara orang yang sangat aib dan tercela, ialah orang yang menggunakan hizib atau wirid yang tidak ma’tsur (tidak ada contohnya) dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam, sekalipun hizib/wirid tersebut berasal dari syaikh (tuan gurunya). Sementara ia justru meninggalkan/mengabaikan dzikir dan wirid yang diajarkan oleh pemimpin umat manusia dan Imam seluruh makhluk yaitu Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, yang merupakan hujjah Allah atas hamba-hambaNya. (Majmu Fatawa -Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 22/525)
Mengapa Harus Berdo’a sesuai Cara Nabi Berdoa?
August 11, 2008
Berikut ini saya kutipkan sebagian besar mukadimmah dari buku Do’a dan Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan Assunah, tulisan dari al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Buku ini sangat bagus karena mengandung banyak sekali faidah yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari
Pembaca yang dimuliakan Allah, berdo’a dan berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan kesibukan yang terbaik dan cara yang paling utama bagi seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi. Berdo’a dan berdzikir adalah kunci segala kebaikan yang akan diperoleh seorang hamba di dunia dan di akhirat, pencegah segala bentuk keburukan, mendatangkan berbagai manfaat dan menolak datangnya bahaya. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Jika Allah akan memberi kunci kebaikan kepada hamba berarti Allah akan membukan (pintu kebaikan) kepadanya dan jika seseorang disesatkan Allah, berarti ia akan tetap di muka pintu tersebut.” (Al-Fawaid hal 127). Bila seseorang tidak dibukakan hatinya untuk berdo’a dan berdzikir, maka hatinya akan selalu bimbang, perasaannya gundah gulana, pikirannya kalut, selalu gelisah, hasrat dan keinginannya menjadi lemah.
Salafy artikel “Asmaa’ul Husna”
July 25, 2008

Artikel ini diambil dari buku Do’a dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut Al-Qu’ran dan As-Sunnah. Buku ini ditulis oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas terbitan Pustaka Imam Syafi’i.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya)
“Hanya milik Allah Asmaa-ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaa-ul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raaf: 180)
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu telah bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam: “Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan (99) nama, seratus kurang satu, barangsiapa yang menghitungnya, maka ia akan masuk surga.” [1]
Salafy artikel- Keutamaan Dzikir
July 24, 2008

Artikel ini diambil dari buku Do’a dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut Al-Qu’ran dan As-Sunnah. Buku ini ditulis oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, seorang da’i salafy yang sering memberikan kajian-kajian ilmiah di Indonesia. Buku ini sangat bagus karena terdapat do’a sehari-hari yang berasal dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: (yang artinya)
1. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan ampunan). Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” [QS. Al –Baqarah: 152]
2. “Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaan-Nya), serta tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” [QS. AlA’raf: 205]
3. “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah. Dzikir yang sebanyak-banyaknya.” [QS. Al-Ahzaab: 41]
4. “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang besar.” [QS. Al-Ahzaab; 35]
Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa salam bersabda tentang keutamaan dzikir:





