Top

Hikmah Dalam Berdakwah 01

January 31, 2009

salafy islam. . . Masyarakat apalagi orang awam sangat terkesan dengan akhlak mulia, seringkali mereka lebih mencintai para dai ahlul bid’ah karena akhlak mereka yang mulia, padahal kita Ahlus Sunnah lebih berhak untuk berakhlak mulia.
Seyogyanya para da’i Ahlus Sunnah di samping berkonsentrasi membenahi akidah umat, mereka juga menyisipkan di dalam kajian-kajian mereka pentingnya akhlak yang mulia terutama berbakti kepada orang tua. Ibadah yang mulia ini -yakni berbakti kepada orang tua- telah sering dilupakan oleh banyak orang -bahkan sampai mereka yang sudah ‘ngaji’ pun terkadang lalai darinya-. Padahal jika ibadah yang mulia ini betul-betul diterapkan oleh para ikhwah Ahlus Sunnah dalam keseharian mereka; niscaya banyak ‘jurang-jurang lebar’ antara anak yang sudah ngaji dengan orang tua mereka yang masih awam; yang bisa dipersempit.
Kerenggangan antara orang tua dan anak itu seringkali terjadi akibat ‘benturan-benturan’ yang terjadi sebagai dampak dari orang tua yang masih awam memaksa si anak untuk menjalani beberapa ritual yang berbau syirik, di satu sisi si anak berpegang teguh dengan al-haq yang telah ia yakini. Akhirnya yang terjadi adalah timbulnya kerenggangan antara penghuni rumah tersebut. Hal itu semakin diperparah ketika si anak kurang bisa mencairkan suasana dengan mengimbangi kesenjangan tersebut dengan melakukan hal-hal yang bisa membahagiakan orang tuanya. Padahal betapa banyak hati orang tua yang luluh untuk menerima al-haq yang dibawa si anak, bukan karena pintarnya anak berargumentasi, namun karena terkesannya sang orang tua dengan akhlak dan budi pekerti anaknya yang semakin mulia setelah dia ngaji! Penjelasan ini sama sekali tidak mengecilkan urgensi argumentasi yang kuat, namun alangkah indahnya jika seorang muslim apalagi seorang salafi bisa memadukan antara argumentasi yang kuat dengan akhlak yang mulia!
Ada tiga catatan penting di akhir bahasan ini:
Pertama: Untuk merealisasikan akhlak mulia ini bukan berarti kita ‘melarutkan’ diri dalam ritual-ritual bid’ah yang ada di masyarakat dengan alasan penerapan akhlak mulia!
Kita bisa bermasyarakat tanpa mengikuti yasinan, tahlilan, maulidan atau acara-acara bid’ah lainnya.
Caranya? Kita berusaha untuk berpartisipasi dalam acara-acara kemasyarakatan yang tidak mengandung unsur penyimpangan terhadap syari’at, contohnya: kita bisa berpartisipasi dalam kerja bakti, pembuatan taman RT, kumpul bulanan RT, menjenguk tetangga yang sakit, mengantar jenazah ke pemakaman, membantu orang yang sedang ditimpa musibah, menebarkan salam, berbagi masakan ketika kita sedang masak makanan yang enak, membantu membawakan barang belanjaan seseorang yang baru pulang dari pasar, membantu mendorong becak yang keberatan bawaan ketika dia menaiki jalan yang menanjak dan lain sebagainya.
Dengan berjalannya waktu, masyarakat akan paham bahwa ketidak ikutsertaan kita dalam ritual-ritual bid’ah bukan berarti karena kita sedang mengucilkan diri dari mereka, namun karena hal itu berkaitan dengan keyakinan yang ‘tidak ada tawar-menawar’ di dalamnya.
Kedua: Sebagian pihak ‘mengolok-olok’ beberapa da’i Ahlus Sunnah yang tidak jemu-jemunya menekankan pentingnya akhak mulia, dengan mengatakan bahwa mereka telah tasyabbuh (menyerupai) salah satu kelompok ahlul bid’ah yang terkenal berkonsentrasi dalam membenahi akhlak umat namun mengabaikan pembenahan akidah.
Jawabannya:
A. Barangkali pihak yang gemar ‘mengolok-olok’ itu lupa bahwa dakwah Salafiyyah Ahlus Sunnah bukanlah dakwah yang hanya mengajak kepada akidah yang benar saja, namun dia juga merupakan dakwah yang mengajak kepada penerapan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari; karena dakwah Ahlus Sunnah tidak lain adalah agama Islam yang dibawa Rasulullah , di mana Islam memadukan antara akidah, ibadah dan akhlak.
Imam Bisyr al-Hafi rahimahullah berkata, “Sunnah adalah Islam dan Islam adalah Sunnah” .
B. Seandainya ada sebagian ahlul bid’ah menonjol dalam pengamalan beberapa sisi syari’at islam, apakah kita akan mengabaikannya hanya karena mereka lebih terkenal dalam penenerapannya?! Bukankah justru sebaliknya kita harus berusaha membenahi diri dengan menutupi kekurangan yang ada pada diri kita, sehingga kita benar-benar bisa menerapkan ajaran Ahlus Sunnah secara komprehensif dan bukan sepotong-sepotong?!
Ketiga: Mungkin pula ada sebagian pihak lain yang ketika ia merasa jenuh melihat kekurangan sebagian Ahlus Sunnah dalam penerapan akhlak islami, dia cenderung ‘menjauhi’ mereka dan memilih ‘bergabung’ dengan kelompok-kelompok ahlul bid’ah yang terkenal menonjol dalam sisi itu.
Sikap ini juga kurang tepat; karena justru yang benar seharusnya dia berusaha membenahi diri dengan ‘merenovasi’ akhlaknya yang kurang mulia, lalu berusaha terus menerus pantang mundur untuk menasehati saudara-saudaranya sesama Ahlus Sunnah guna memperbaiki akhlak mereka, bukan malah menjauh. Mari kita selesaikan suatu masalah dengan cara yang tidak menimbulkan masalah lain!

Hikmah Dalam Berdakwah 01

Makalah Hikmah Dalam Berdakwah

January 30, 2009

salafy islamBerikut ini adalah makalah “Hikmah Dalam Berdakwah-Ust. Abdullah Zaen, Lc) yang ditulis dan direkam kajiannya, yang mana penulis bawakan beberapa contoh sikap hikmah dalam berdakwah, karena dengan membawakan contoh praktek nyata dari sikap hikmah inilah, banyak orang bisa memahami teori-teori sikap hikmah yang biasa kita dengar dalam ceramah-ceramah, atau kajian-kajian Islam.

Read more

Adakah Tauhid Mulkiyah?

January 28, 2009

salafy islamDari penelitian secara seksama dan komprehensif, maka tauhid dibedakan menjadi 3; tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah dan tauhid asma wa shifat.

Belakangan ada yang memunculkan istilah tauhid mulkiyah. Adakah tauhid ini? Masuk dalam pembagian baru atau termasuk dalam ketiga tauhid yang sudah ada?

Silakan mengikuti pembahasannya disini.

Adakah tauhid mulkiyah?

Memahami kedekatan Alloh Subhanahu wa Ta’ala

January 27, 2009

salafy islamMerupakan aqidah seorang muslim bahwa Alloh dekat dengan hamba-Nya. Alloh Azza wa Jalla juga bersemayam di atas ‘arsy-Nya. Dan merupakan kesalahan yang besar tatkala meyakini eksistensi Alloh dimana-mana. Lalu bagaimana memahami kedekatan Alloh Subhanahu wa ta’ala?

Silakan menyimak ulasannya disini.

Memahami kedekatan Alloh

Kembali ke menu Salafy

Kita Tidak Boleh Memaksa Orang

January 26, 2009

salafy islamAlhamdulillah segala puji bagi Alloh atas nikmat hidayah islam dan sunnah. Namun, dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendapatkan ganjalan hati manakala kita melihat kesalahan yang dilakukan orang-orang sekitar kita, terlebih lagi jika tetangga, keluarga atau orang yang kita cintai.

Kadang sedih, jengkel, dongkol, dsb. manakala perbuatan salah itu terlintas di depan kita.

Bagaimana sikap hikmah kita dalam mengajak mereka kepada kebenaran?

Haruskah kita memaksa kepada orang lain?

Kita tidak boleh memaksa orang

Kembali ke menu Salafy

Jalan Kelapangan Mencari Rezeki

January 25, 2009

salafy islam“Mencari yang haram aja susah-apalagi yang halal” sebagian orang mengatakan demikian. Kadang mereka katakan sebagai dalih mereka untuk melegalkan usaha mereka dari sumber penghasilan yang haram atau syubhat (Tidak jelas kehalalannya).

Padahal Allah yang Maha Kaya dan Maha Pemberi akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah manapun apabila kita bertaqwa.

Bukankah seekor burung pipit pergi mencari makan pada pagi harinya dalam keadaan perut kosong lalu ia kembali dalam perut kenyang. Demikian pula hewan melata lainnya, Allah telah menetapkan rezeki bagi mereka.

Nah, Bagaimana dengan manusia yang Alloh telah karuniakan kepada mereka akal yang baik dan kelengkapan jasmani? Semestinya keadaan mereka lebih baik dan lebih mudah dari makhluk lainnya sebagai hamba Alloh di muka bumi ini.

Silakan menyimak kajiannya disini.

Jalan Kelapangan Mencari Rezeki

(taken from www.radiorodja.com)

Kembali ke menu Salafy

Murottal Surah Al ‘Aadiyaat-100 Ahmad Saud

January 24, 2009

salafy islam

Murottal Surah Al ‘Aadiyaat-100 Ahmad Saud

Kembali ke menu Salafy

Murottal Surah Al Qoori’ah-101 Ahmad Saud

January 23, 2009

salafy islam

Murottal Surah Al Qoori’ah-101 Ahmad Saud

Kembali ke menu Salafy

Murottal Surah At Takaatsur-102 Ahmad Saud

January 22, 2009

salafy islam

Murottal Surah At Takaatsur-102 Ahmad Saud

Kembali ke menu Salafy

Murottal Surah Al “Ashr-103 Ahmad Saud

January 21, 2009

salafy islam

Murottal Surah Al “Ashr-103 Ahmad Saud

Kembali ke menu Salafy

Next Page »